Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Galileo Galilei


Galileo lahir di Pisa, tahun 1564. Selagi muda

belajar di Universitas Pisa tetapi mandek karena urusan keuangan. Meski begitu
tahun 1589 dia mampu dapat posisi pengajar di universitas itu. Beberapa tahun
kemudian dia bergabung dengan Universitas Padua dan menetap di sana hingga tahun
1610. Dalam masa inilah dia menciptakan tumpukan penemuan-penemuan ilmiah.

Sumbangan penting pertamanya di bidang mekanika. Aristoteles mengajarkan,
benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih enteng, dan
bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang
besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan
lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang
benar adalah, baik benda berat maupun enteng jatuh pada kecepatan yang sama
kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara. (Kebetulan,
kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempar benda dari menara Pisa tampaknya
tanpa sadar).

Mengetahui hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan
hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan
mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding
seimbang dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti
penyeragaman percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting
lagi Galileo berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik.
Penggunaan yang luas formula matematik dan metode matematik merupakan sifat
penting dari ilmu pengetahuan modern.

Sumbangan besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum kelembaman.
Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung
menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang
menambah kekuatan agar terus bergerak. Tetapi percobaan-percobaan Galileo
membuktikan bahwa anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti
misalnya pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak
tanpa batas. Ini merupakan prinsip penting yang telah berulang kali ditegaskan
oleh Newton dan digabungkan dengan sistemnya sendiri sebagai hukum gerak pertama
salah satu prinsip vital dalam ilmu pengetahuan.

Penemuan Galileo yang paling masyhur adalah di bidang astronomi. Teori
perbintangan di awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang tak menentu.
Terjadi selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang matahari-sentris
dan penganut teori yang lebih lama, yang bumi-sentris. Sekitar tahun 1609
Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak yang benar,
tetapi waktu itu dia tidak tahu cara membuktikannya. Di tahun 1609, Galileo
dengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di Negeri Belanda. Meskipun
Galileo hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu, tetapi berkat
kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri teleskop. Dengan alat baru ini dia
mengalihkan perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia sudah berhasil
membikin serentetan penemuan besar.

Dilihatnya bulan itu tidaklah rata melainkan benjol-benjol, penuh kawah dan
gunung-gunung. Benda-benda langit, kesimpulannya, tidaklah rata serta licin
melainkan tak beraturan seperti halnya wajah bumi. Ditatapnya Bima Sakti dan
tampak olehnya bahwa dia itu bukanlah semacam kabut samasekali melainkan terdiri
dari sejumlah besar bintang-bintang yang dengan mata telanjang memang seperti
teraduk dan membaur satu sama lain.

Kemudian diincarnya planit-planit dan tampaklah olehnya Saturnus bagaikan
dilingkari gelang. Teleskopnya melirik Yupiter dan tahulah dia ada empat buah
bulan berputar-putar mengelilingi planit itu. Di sini terang-benderanglah
baginya bahwa benda-benda angkasa dapat berputar mengitari sebuah planit selain
bumi. Keasyikannya menjadi-jadi: ditatapnya sang surya dan tampak olehnya ada
bintik-bintik dalam wajahnya. Memang ada orang lain sebelumnya yang juga melihat
bintik-bintik ini, tetapi Galileo menerbitkan hasil penemuannya dengan cara yang
lebih efektif dan menempatkan masalah bintik-bintik matahari itu menjadi
perhatian dunia ilmu pengetahuan. Selanjutnya, penelitiannya beralih ke planit
Venus yang memiliki jangka serupa benar dengan jangka bulan. Ini merupakan
bagian dari bukti penting yang mengukuhkan teori Copernicus bahwa bumi dan semua
planit lainnya berputar mengelilingi matahari.


Penemuan teleskop dan serentetan penemuan ini melempar Galileo ke atas tangga
kemasyhuran. Sementara itu, dukungannya terhadap teori Copernicus menyebabkan
dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya habis-habisan.
Pertentangan gereja ini mencapai puncaknya di tahun 1616: dia diperintahkan
menahan diri dari menyebarkan hipotesa Copernicus. Galileo merasa tergencet
dengan pembatasan ini selama bertahun-tahun. Baru sesudah Paus meninggal tahun
1623, dia digantikan oleh orang yang mengagumi Galileo. Tahun berikutnya, Paus
baru ini –Urban VIII– memberi pertanda walau samar-samar bahwa larangan buat
Galileo tidak lagi dipaksakan.

Enam tahun berikutnya Galileo menghabiskan waktu menyusun karya ilmiahnya
yang penting Dialog Tentang Dua Sistem Penting Dunia. Buku ini merupakan
peragaan hebat hal-hal yang menyangkut dukungan terhadap teori Copernicus dan
buku ini diterbitkan tahun 1632 dengan ijin sensor khusus dari gereja. Meskipun
begitu, penguasa-penguasa gereja menanggapi dengan sikap berang tatkala buku
terbit dan Galileo langsung diseret ke muka Pengadilan Agama di Roma dengan
tuduhan melanggar larangan tahun 1616.

Tetapi jelas, banyak pembesar-pembesar gereja tidak senang dengan keputusan
menghukum seorang sarjana kenamaan. Bahkan dibawah hukum gereja saat itu, kasus
Galileo dipertanyakan dan dia cuma dijatuhi hukuman enteng. Galileo tidak
dijebloskan ke dalam bui tetapi sekedar kena tahanan rumah di rumahnya sendiri
yang cukup enak di sebuah villa di Arcetri. Teorinya dia tidak boleh terima tamu,
tetapi nyatanya aturan itu tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hukuman lain
terhadapnya hanyalah suatu permintaarn agar dia secara terbuka mencabut kembali
pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Ilmuwan berumur 69 tahun
ini melaksanakannya di depan pengadilan terbuka. (Ada ceritera masyhur yang
tidak tentu benarnya bahwa sehabis Galileo menarik lagi pendapatnya dia menunduk
ke bumi dan berbisik pelan, “Tengok, dia masih terus bergerak!”). Di kota
Arcetri dia meneruskan kerja tulisnya di bidang mekanika. Galileo meninggal
tahun 1642.

Sumbangan besar Galileo terhadap kemajuan ilmu pengetahuan sudah lama dikenal.
Arti penting peranannya terletak pada penemuan-penemuan ilmiah seperti hukum
kelembaman, penemuan teleskopnya, pengamatan bidang astronominya dan
kegeniusannya membuktikan hipotesa Copernicus. Dan yang lebih penting adalah
peranannya dalam hal pengembangan metodologi ilmu pengetahuan. Umumnya para
filosof alam mendasarkan pendapatnya pada pikiran-pikiran Aristoteles serta
membuat penyelidikan secara kualitatif dan fenomena yang terkategori. Sebaliknya,
Galileo menetapkan fenomena dan melakukan pengamatan atas dasar kuantitatif.
Penekanan yang cermat terhadap perhitungan secara kuantitatif sejak itu menjadi
dasar penyelidikan ilmu pengetahuan di masa-masa berikutnya.

Galileo mungkin lebih punya tanggung jawab daripada orang mana pun untuk
penyelidikan ilmiah dengan sikap empiris. Dialah, dan bukannya yang lain, yang
pertama kali menekankan arti penting peragaan percobaan-percobaan, dia menolak
pendapat bahwa masalah-masalah ilmiah dapat diputuskan bersama dengan kekuasaan,
apakah kekuasaan itu namanya Gereja atau kaidah dalil Aristoteles. Dia juga
menolak keras bersandar pada skema-skema yang menggunakan alasan ruwet dan
bukannya bersandar pada dasar percobaan yang mantap. Cerdik cendikiawan abad
tengah memperbincangkan bertele-tele apa yang harus terjadi dan mengapa sesuatu
hal terjadi, tetapi Galileo bersikeras pada arti penting melakukan percobaan
untuk memastikan apa sesungguhnya yang terjadi. Pandangan ilmiahnya jelas
gamblang tidak berbau mistik, dan dalam hubungan ini dia bahkan lebih modern
ketimbang para penerusnya, seperti misalnya Newton.

Galileo, dapat dianggap orang yang taat beragama. Lepas dari hukuman yang
dijatuhkan terhadap dirinya dan pengakuannya, dia tidak menolak baik agama
maupun gereja. Yang ditolaknya hanyalah percobaan pembesar-pembesar gereja untuk
menekan usaha penyelidikan ilmu pengetahuannya. Generasi berikutnya amat
beralasan mengagumi Gahleo sebagai lambang pemberontak terhadap dogma dan
terhadap kekuasaan otoriter yang mencoba membelenggu kemerdekaan berfikir. Arti
pentingnya yang lebih menonjol lagi adalah peranan yang dimainkannya dalam hal
meletakkan dasar-dasar metode ilmu pengetahuan modern.

Read For Full. . .

Curriculum Vitae



Nama Lengkap:


Ipmawan

Alamat Tinggal:

Mangunegara RT 02 Rw 03 No. 05, Kecamatan Mrebet, Purbalingga Kode Pos 53352

Jalan Gn. Merapi Kapling Baru No. 2 Glempang Bancar Kembar, Purwokerto Kode Pos 53121

Contact Person:

085227578882

boy_kanya@yahoo.com

ipmawan_blog@yahoo.com


Pendidikan Formal:

TK Pertiwi Mangunegara Lulus Tahun 1994

SD Negeri 1 Mangunegara Lulus Tahun 2000

SMP Negeri 1 Mrebet Lulus Tahun 2003

SMA Negeri 1 Purbalingga Lulus Tahun 2006

Ekonomi Akuntansi Universitas Jendral Soedirman sampai sekarang

Organisasi:

Wakil Ketua 1 OSIS SMP Negeri 1 Mrebet tahun 2001-2002

Juang Dewan Ambalan Ganesha Pramuka SMA N 1 Purbalingga tahun 2004-2005

Sekretaris Umum SAKA WANABHAKTI Pramuka Purbalingga tahun 2005-2006

Staff Intern Bid. Personalia Pengurus XXIV UPL MPA UNSOED (tahun 2008-2009)

Pengalaman :

Peserta Pelatihan Corel Draw 11 tahun 2005

Peserta Pertiwana Bumi Pramuka Kwarda Jawa Tengah 2005

Peserta Diklat Photography Ecolens angkatan 18 tahun 2006

Peserta Pendidikan Dasar XXIII UPL MPA UNSOED 2007



Pengalaman Kepanitiaan :


Sie Pubdekdok FAAS Akuntansi Unsoed 2006

Sekretaris Pendidikan Dasar XXIV UPL MPA UNSOED 2007

Sekretaris Pan. PAB XXV UPL MPA UNSOED 2008

Sekretaris BK XXV UPL MPA UNSOED 2008

SRU Operasi Tim SAR Banyumas di sekitar lereng Gn. Slamet November 2008

Komandan Kesiswaan Pendidikan Dasar XXV UPL MPA UNSOED 2009


Petualangan:

Pendakian Puncak Slamet Jalur Bambangan 2005

Ekspedisi Puncak Slamet Jalur Bambangan 2006

Ekspedisi Rempakem ke Puncak Slamet Jalur Bambangan 2007

Pendakian Puncak Slamet Jalur Baturraden-Guci 2007

Survey Puncak Slamet Pasca Agustusan Jalur Bambangan 2007

Pemanjatan Tebing Mromong Ajibarang 2008

Pemanjatan Tebing Comando Ajibarang 2008

Ekspedisi Pemanjatan Tebing Lawe Banjarnegara 2008

Susur Rawa Mangrove Cilacap 2008-2009

Read For Full. . .

'Isa Ibn Maryam


Kali ini saya akan menulis tentang nabi atau tuhan yang dilahirkan oleh seorang yang perawan. Namanya adalah Al-Masih ‘Isa Ibnu Maryam. Masih adalah kata dalam bahasa Ibrani dan Arab yang berarti Christos dalam bahasa Yunani, yaitu dinobatkan dengan upacara kesucian keagamaan. Al-Masih dapat pula diartikan sebagai dihapuskan. Yaitu ‘Isa Ibnu Maryam telah dihapuskan dari sifat-sifat tercela. Dalam hal ini, Ad-Dajjal dinamakan juga Al-Masih, karena dirinya telah dihapuskan dari semua sifat terpuji.
‘Isa Ibnu Maryam berarti ‘Isa putera Maryam. Namanya dihubungkan dengan nama ibunya karena memang ia lahir tanpa ayah sebagai bukti kebesaran Allah Yang Maha Kuasa. ‘Isa berasal dari kata Esau, dan orang barat menyebutnya Jesus.
Dalam Bible, Matius 1:6-16 dan Lukas 3:23-31, dikatakan bahwa Jesus adalah keturunan dari Raja Daud as. Keduanya (Matius dan Lukas) sepakat bahwa Jesus adalah keturunan dari Raja Daud melalui Yusuf si tukang kayu yang tak lain adalah ayah angkat Jesus. Ada beberapa hal terhadap kedua silsilah ini yang membingungkan saya. Yang pertama adalah mengenai perbedaan silsilah menurut Matius dan Lukas. Manakah dari keduanya yang memang benar-benar silsilah Jesus yang asli, tak jelas sampai sekarang. Keanehan kedua adalah adanya nama Yusuf si tukang kayu yang ditulis oleh dua penginjil itu (Matius dan Lukas) sebagai ayah Jesus. Padahal di sini kita mengetahui bahwa Jesus lahir dari Maryam yang perawan sebagai mukjizat Tuhan Yang Maha Kuasa.
Umat Kristen di dunia menganggap Jesus sebagai salah satu Tuhan dalam konsep trinitas, disamping Tuhan Bapa dan Roh Kudus. Setahu saya, dalam konsep trinitas dikatakan bahwa Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, dan Tuhan bukanlah tiga melainkan hanya ada satu Tuhan. Dalam Trinitas ini ketiga wujud ini adalah Co-equal dan Co-eternal: semuanya tidak diciptakan dan Maha Kuasa (Ensiklopedi Katolik).
Konsep ini didasarkan pada Injil-1 Yohannes 5:7 yaitu:

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.”

Berlainan dengan Kristen, Islam mengatakan bahwa Jesus adalah salah seorang utusan-Nya, seperti Yohannes Pembaptis (Yahya alaihis-salam) yang datang untuk memberitakan kedatangan Jesus, memberitakan kedatangan utusan terakhir Muhammad saw.
Sebenarnya dalam Injil pun ada beberapa ayat yang membingungkan saya mengenai Ketuhanan Jesus ini. Adapun ayat-ayat itu antara lain:

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri;…” (Injil-Yohannes 5:30)

“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan anak pun tidak, hanya Bapa saja.” (Injil-Markus 13:32)

“(Jesus) berkata, ‘Aku haus’.” (Injil-Yohannes 19:28)

“…Ia (Jesus) tinggal 40 hari lamanya, dicoba oleh Iblis…” (Injil-Markus 1:13)


Pada ayat-ayat tersebut dikatakan bahwa Jesus tidak serba bisa bahkan ia di coba oleh Iblis. Bagi saya hal ini adalah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan. Bahkan pada ayat kedua dikatakan anak pun tidak mengetahuinya, ayat ini jelas bertentangan dengan konsep Trinitas ,yang selama ini saya ketahui, yang menyatakan ketiganya adalah satu.
Jesus melakukan dakwahnya selama kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya disalib. Dalam menyampaikan dakwahnya, Jesus hanya di utus untuk bangsa Yahudi. Pernyataan ini diperkuat oleh beberapa ayat Injil.

“Kedua belas murid itu diutus oleh Jesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang samaria. Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (hanya kepada Bangsa Yahudi).” (Injil-Matius 10:5-6)

“Jawab Jesus, ‘Aku di utus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’. Kemudian perempuan itu (perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolonglah aku’. Tetapi Jesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).” (Injil-Matius 15:24-26)

Setelah menelaah beberapa ayat dalam Injil ini saya berkesimpulan bahwa Jesus bukan seperti yang dipikirkan selama ini oleh sebagian besar manusia. Bahwa ia hanya seorang utusan bagi umat Yahudi. Ia adalah keturunan dari nabi Daud ‘alaihis-salam, walaupun terdapat dua silsilah yang berbeda sama sekali mengenainya. Di lain waktu saya akan mencoba menceritakan seputar kasus penyaliban Jesus yang kontroversial menurut telaah Injil, bukan menurut Alqur’an atau pun umat Kristen.

Salam hangat,
IIP

Read For Full. . .

Tenzing Norgay


Tenzing berasal dari keluarga petani dari Khumbu di Nepal, sangat dekat dengan Gunung Everest, yang mana sering disebut Chomolungma oleh orang-orang Sherpa.

Hari kelahirannya tidak diketahui dengan pasti, tapi melalui cuaca dan panen ia mengetahui bahwa pada saat itu adalah sekitar akhir bulan Mei. Setelah pendakiannya di Gunung Everest pada 29 Mei, ia memutuskan untuk merayakan hari ulang tahunnya setelah hari itu.

Nama aslinya adalah "Namgyal Wangdi", tapi seperti beberapa anak, namanya diganti karena nasehat seorang kepala guru agama dan penemu biara Rongbuk, Ngawang Tenzin Norbu. Tenzing Norgay diterjemahkan sebagai "pengikut agama yang kaya dan beruntung". Ayahnya, Ghang La Mingma (meninggal tahun 1949) penggembala sejenis sapi yang berbulu panjang, dan ibunya adalah Dokmo Kinzom (yang masih hidup dan menyaksikannya mendaki Gunung Everest); ia adalah anak ke 11 dari 13 bersaudara yang kebanyakan meninggal di usia muda.

Sewaktu masih remaja, ia melarikan diri ke Kathmandu sebanyak 2 kali, dan pada usia 19 tahun, akhirnya menetap di komunitas orang Sherpa di Too Song Bhusti di Darjeeling, Bengali Barat, India.

Read For Full. . .

Moh. Hatta


Hatta lahir dari keluarga ulama Minangkabau, Sumatra Barat. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Melayu, Bukittinggi, dan kemudian pada tahun 1913-1916 melanjutkan studinya ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang. Saat usia 13 tahun, sebenarnya beliau telah lulus ujian masuk ke HBS (setingkat SMA) di Batavia (kini Jakarta), namun ibunya menginginkan Hatta agar tetap di Padang dahulu, mengingat usianya yang masih muda. Akhirnya Bung Hatta melanjutkan studi ke MULO di Padang, baru kemudian pada tahun 1919 beliau pergi ke Batavia untuk studi di HBS. Beliau menyelesaikan studinya dengan hasil sangat baik, dan pada tahun 1921, Bung Hatta pergi ke Rotterdam, Belanda untuk belajar ilmu perdagangan/bisnis di Nederland Handelshogeschool (bahasa inggris: Rotterdam School of Commerce, kini menjadi Erasmus Universiteit). Di Belanda, ia kemudian tinggal selama 11 tahun.

Saat masih di sekolah menengah di Padang, Bung Hatta telah aktif di organisasi, antara lain sebagai bendahara pada organisasi Jong Sumatranen Bond cabang Padang.

Pada tangal 27 November 1956, Bung Hatta memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada di Yoyakarta. Pidato pengukuhannya berjudul “Lampau dan Datang”.

Saat berusia 15 tahun, Hatta merintis karir sebagai aktivis organisasi, sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond Cabang Padang. Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramah-ceramah atau pertemuan-pertemuan politik. Salah seorang tokoh politik yang menjadi idola Hatta ketika itu ialah Abdul Moeis.

Pada usia 17 tahun, Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Lantas berangkat ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Di Batavia, ia juga aktif di Jong Sumatranen Bond Pusat, juga sebagai Bendahara.

Hatta mulai menetap di Belanda semenjak September 1921. Ia segera bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Saat itu, telah tersedia iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Sebelumnya, Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai eksterniran akibat kritik mereka lewat tulisan di koran De Expres.

Read For Full. . .

Sir Edmund Hillary

Sir Edmund Hillary, lahir di New Zealand 20 Juli 1919, bersama Tenzing Norgay seorang suku sherpa Nepal adalah pendaki pertama yang berhasil sampai di puncak Everest. Dia sampai di puncak tertinggi di dunia itu pada 29 Mei 1953 melalui jalur selatan yang dikenal sebagai jalur kematian yang nyaris tidak bisa di daki. Perjalanan yang merupakan tim ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Sir John Hunt itu dimulai dari Kathmandu, Nepal, pada 10 Maret 1953.
Edmund Hillary kecil telah suka membaca buku-buku petualangan dan pendakian gunung. Pada usia 16 tahun, ia memulai pendakian gunung pertamanya di New Zealand. Setelah Perang Dunia II berakhir, ia keluar dari wajib militer dan bergabung dengan tim pendaki gunung dan menaklukkan gunung-gunung di New Zealand. Ia kemudian mencoba petualangan yang lebih besar dengan mendaki pegunungan Alpen. Setelah sukses ia mulai terobsesi untuk mendaki gunung tertinggi di dunia yang saat itu belum pernah ditaklukkan manusia.
Pada pendakian pertama ia gagal sampai di puncak. Saat itu ia berkata, “Gunung Everest, kali ini kau mengalahkanku, tapi lain kali aku akan mengalahkanmu karena kamu tidak tumbuh lagi sedangkan aku masih akan terus tumbuh.” Sesuai tekadnya, ia kembali mendaki gunung itu lagi bersama dengan seorang warga asli pegunungan Himalaya, seorang suku sherpa, Tenzing Norgay.
Sejak kesuksesannya pada tanggal 29 Mei 1953, banyak orang terilhami dengan kisahnya dan memulai pendakian pada gunung Everest. Hillary berpendapat bahwa, “Bukan gunung yang kami taklukkan, tetapi diri kami sendiri.” Ia ingin menguji batas ketangguhan dan semangatnya untuk menaklukkan keadaan yang ekstrem dan bukan sekadar sebuah kompetisi.
Sebelumnya Hillary adalah seorang petani madu biasa yang tidak dikenal sampai ia memutuskan untuk menaklukkan Everest. Sejak keberhasilannya yang bersejarah itu, namanya dikenal di seluruh dunia.
Dari negaranya ia mendapat sejumlah gelar kehormatan. Pada 16 Juli 1953 ia diberi gelar Knight Commander of the Order of the British Empire (KBE). Pada 1987, ia diangkat menjadi Order of New Zealand (ONZ), dan pada 23 April 1995 ia diberi gelar Knight of the Order of the Garter (KG). Bukan hanya itu, wajahnya juga ditampilkan dalam uang kertas negara kiwi tersebut, sebagai satu-satunya warga New Zealand yang wajahnya tampil di mata uang negara itu. Bahkan Pemerintah New Zealand mendirikan Institute dengan menggunakan namanya.
Setelah menaklukkan gunung yang terletak diantara Tibet dan Nepal itu, Hillary memimpin ekspedisi untuk mengeksplorasi Antartika (kutub Utara) pada tahun 1955 sampai tahun 1958. Ia juga pernah tergabung dalam tim ekspedisi ke kutub selatan.
Di masa tuanya, Hillary mendedikasikan diri dengan cara melibatkan diri sebagai pengelola atau pemimpin tim ekspedisi. Namun, ia tak lagi melakukan petualangan berbahaya sendiri. Ia juga aktif dalam kegiatan pelayanan sosial dan lingkungan hidup terutama untuk masyarakat di sekitar Himalaya.
Sir Edmund Hillary meninggal di usia 88 tahun.

Read For Full. . .

Comersial Box