Tampilkan postingan dengan label Social and Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social and Culture. Tampilkan semua postingan

Purbalingga Mbangun Silaturakhmi



Inyong, wong asli Purbalingga, ngerasa bangga banget. Pembangunan kota Purbalingga siki bisa diomongna pesat, ora kalah karo kota-kota gede liane. Mulai sekang pasar anyar, terminal di dandani, tempat olahraga di pindah dadi tambah yahud. Tempat-tempat wisata ora kur di bangun tok, tapi uga di kelola dadine ora terbengkelai. Selain kue, siki Kota Purbalingga selalu bersih. Nang endi-endi ana tempat sampah. Akeh tempat sampah dudu ndadekna Purbalingga TPA, tapi tempat sampahe kue di atur sedemikian rupa dadi gawe indah pemandangan, terus maning tempat sampahe rutin dibersihi nek uwis penuh.

Pembangunan Purbalingga nek inyong perhatikna kue tepat banget. Sing dadi perhatian pertama Pemda kue sarana prasarana sing penting banget, ya kue dalan. Mbahas soal pentinge dalan, inyong arep cerita kieh.

Dadi, Eyang Kakunge inyong sing sekang biyung kue asli Pengalusan. Pengalusan kue desa nang Kecamatan Mrebet. Meh kabeh wong Pengalusan kue sedulure inyong. Dadi wis mesti saben bada inyong, ramane, biyunge, adine, silaturakhmi ming nganah.

Jaman Gemiyen, pas inyong cilik, Pengalusan kue ora kaya jenenge, Alus. Dalan-dalan nang kana, yakin lah, kaya kali sat. dalane neksih gragalan, tur ora di atur, semrawut karo gede-gede, ora kalah karo cengkir kelapa. Pokoke motore wong Pengalusan kue belok-belok banget. Ber de kumbah, nek uwis di enggo sedela ya uwis belok maning. Nek bada maring nganah, inyong dadine males, soale klambi anyare inyong dadi belok. Ditambah maning, umahe wong nganah kue urung ana sing mlesteran, apa maning keramikan, teksih pada lemahan kabeh. Jan, pokoke males pisan maring nganah, yakin golagokin.

Uwong sing ora nduwe motor (nang Pengalusan sing nduwe motor kue setitik tok, bisa diitung karo driji) kue nek agepan maring kota ya mlaku. Ora nana angkot. Ndean supir angkote males, mbok dadi angkote belok. Angkutan nang Pengalusan paling-paling kol coak. Kol sing bak mburine ora nana payone. Kue ben jarang banget. Pokoke ming ngendi-ngendi mlaku.

Tapi kue gemiyen, pas teksih jamane Orde Baru. Pembangunan teksih terpusat neng Kota-kota gede tok. Kota cilik kaya Purbalingga ben ora di urus, apa maning Pengalusan, uwis ndesa nang pencrit sisan. Siki, sewelas tahun sekang Reformasi, Pengalusan ya uwis Reformasi total.

Uwong ngana siki uwis sugih-sugih, ora kaya gemiyen ngising karo adus teksih nang kali sat. Bisane siki dadi sugih-sugih? Ya kue ora ucul sekang sing jenenge Pembangunan. Pemerintah Kabupaten Purbalingga kue serius banget gole mbangun. Sing pertama di bangun kue dalan. Dalan-dalan nang Pengalusan sing kaya kali sat, gragale kaya cengkir kelapa, di aspal hotmik. Nek liwat dalan dadine ora belok maning. Uwong Pengalusan dadi keton lewih resik.

Supir angkot mule mangkal nang Pengalusan, soale uwis ora males, wedi mbok belok maning. Uwong Pengalusan dadi bisa maring kota. Kenal sing jenenge keramik, radio, tifi, pokoke dadi gaul lah. Inyong ya dadi ora males maning bada silaturakhmi maring nganah. Pokoke Pembangunan Purbalingga mempererat silaturakhmi.

Kue tembe pembangunan dalan. Padahal pembangunan nang Purbalingga ora kur dalan tok, tapi uga macem-macem kebutuhan uwong urip. Pokoke urip nang Purbalingga siki tambah nyaman, aman, tenteram, tur bangga.

Apa maning siki ana sing jenenge Purbalingga Blogger Community sing desingkat PBC. Jenenge gaul pisan mbok, nganggo bahasa inggerisan. Anane PBC kue nandakna uwong-uwong Purbalingga ora pada gaptek alias gagap teknologi. Uwong Purbalingga kue gaul-gaul, kreatif (kaya anggota-anggota PBC pokoke), lan positif. Kue ya disebabna gara-gara Pembangunan sing mbangun ora mung fisik tapi uga rohani.

Read For Full. . .

Fenomena Schedule Perkuliahan; Desentralisasi atau Demokrasi

Sesuatu yang diatur dan dikelola dengan baik pasti mempunyai apa yang dinamakan schedule atau jadwal. Di Rumah Sakit ada yang namanya jadwal piket dokter, jadwal piket perawat; di Kantor Polisi juga ada jadwal piket jaga; di desa saya ada yang namanya jadwal ronda; bahkan perkumpulan petani di daerah debit air kecil mempunyai jadwal pembagian air. Begitu pula di sekolah atau kampus, ada yang dinamakan jadwal pelajaran atau jadwal perkuliahan.

Schedule Perkuliahan atau jadwal kuliah biasanya dibuat oleh pihak dekanat atau bapendik, biasanya dibawah tanggung jawab Pembantu Dekan Bagian Pendidikan (Pembantu Dekan 1). Schedule membuat kegiatan perkuliahan menjadi teratur, jam kerja dosen dibagi secara proporsional, ruangan kuliah dapat digunakan secara optimal, dan mahasiswa pun mendapatkan kuliah teratur dan kontinyu.

Khusus schedule perkuliahan, sejauh yang saya tahu, ada fenomena yang kalau bisa di bilang semacam desentralisasi kebijakan, yang seharusnya schedule ini dibuat oleh Pembantu Dekan 1 dan jajarannya, kemudian ada pelimpahan wewenang sehingga dosen berhak untuk mengubah schedule yang telah ditetapkan. Adapun alasannya beragam, mulai dari dosen yang terbentur kegiatan di luar kampus sampai dengan waktu yang tidak kondusif karena siang hari, panas, dan tidak ada pendingin ruangan. Dalam penentuan schedule baru biasanya dosen akan memaparkan alasannya kepada mahasiswa dan menanyakan jadwal mahasiswa yang kosong dan menentukan schedule baru. Proses selanjutnya schedule baru yang disepakati dibawa ke dekanat yang mengurusi gedung kuliah dan menanyakan ruangan yang bisa digunakan untuk schedule baru tersebut. Setelah semuanya beres, tinggal masalah birokrasi, ketua jurusan dihubungi, lalu Pembantu Dekan 1 pun menyetujui.

Kendala biasanya ditemui saat penentuan schedule baru dengan mahasiswa. Untuk menghindari “kegaduhan” dan waktu yang terbuang karena diskusi yang tidak terarah dan sistematis, beberapa dosen biasanya memberitahukan jadwal kosong si dosen kepada penanggungjawab kelas, yang tidak lain adalah salah satu dari mahasiswa di kelas tersebut. Setelah itu penanggungjawab kelas ini mengadakan diskusi jadwal mana yang disetujui lalu dia menghubungi si dosen.

Yang saya pertanyakan disini adalah efisiensi dan efektivitas dari pergantian tersebut. Sudah barang tentu pada awal semester mahasiswa mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) sesuai dengan strategi masing-masing untuk memenuhi mata kuliah yang belum diambil dan dalam rangka meningkatkan Index Prestasi. Dalam pengisian itu juga dipertimbangkan schedule kuliah satu semester ke depan, karena mahasiswa pun bukan hanya disibukkan oleh kegiatan kuliah.

Fenomena yang saya ceritakan sebelumnya itu, jauh dekat pasti mengganggu jadwal yang telah di susun sebelumnya, seperti kerikil jatuh ke kolam yang tenang, akan mengganggu keseluruhan proses belajar mengajar. Bisa saja mahasiswa mengalami jadwal kuliah yang bentrok, yah, memang tidak sering, tetapi pasti terjadi. Apalagi jika kuliah yang diganti jadwalnya itu di ikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan, kemungkinan ada mahasiswa yang bentrok pasti ada.

Mungkin dosen berdalih, ini kan melalui proses demokrasi. Melalui persetujuan semua mahasiswa. Demokrasi yang bagaimana, kebanyakan kasus mayoritas mengalahkan minoritas. Sebuah kuliah yang di dominasi oleh salah satu angkatan dan hanya ada segelintir mahasiswa angkatan lain yang mengulang, mereka jarang sekali ter-cover aspirasinya. Padahal jika seorang mahasiswa mengulang kuliah, bisa dikatakan itu sebuah masalah yang kritis bagi masa depannya.

Nah, lalu apa solusinya jika masalah ini terjadi? Toh jika kuliah tetap dipertahankan pada jadwal semula dosen akan jarang masuk mengajar atau tidak konsen dalam mengajar karena ada kepentingan lain yang tidak kalah pentingnya atau tidak konsen karena ruangan panas di siang hari tanpa AC. Menurut hemat saya, permasalahan ini cukup diselesaikan antara dosen dengan dekanat saat penerbitan jadwal. Jika memang dosen keberatan pada waktu tersebut, sudah seharusnya meminta dekanat mengganti jadwalnya sebelum jadwal itu diterbitkan ke mahasiswa.

Lalu bagaimana kalau masalahnya jika dosen telah menyanggupi jadwal kuliah sebelumnya, lalu suatu saat ternyata bentrok dengan kegiatannya yang lain? Nah, kembalikan saja ke hati nurani masing-masing. Dosen mengajar kan di gaji pemerintah, walaupun tidak seberapa besarnya, tapi dia di bayar untuk bekerja secara profesional dan berkomitmen tinggi. Toh, mengajar adalah sebuah amal ibadah yang besar sekali manfaatnya.

Read For Full. . .

Sisi ekonomis Program KB


lihat lebih banyak foto di www.boredpanda.com.


Read For Full. . .

Modernisasi, Pendidikan kembali ke masa purba

Pertama aku ucapkan ikut berduka cita kepada para korban gempa PADANG dan sekitarnya, juga kepada anggota DPR yang baru dilantik (yang katanya menghabiskan 46 miliar rupiah) aku juga ikut berbela sungkawa semoga ke depan KPK benar2 dibubarkan biar anda-anda aman tanpa takut masuk penjara. Untuk pacarku, Winda Puspita aku doakan cepat sembuh sakit perutnya. ;)
Di awal bulan Oktober ini, yang kemarin ditandai Batik s day, dan musibah di PADANG, aku nggak akan membuka postingan dengan tema yang berat-berat deh.. cukup Junk aja kayaknya. beberapa hari yang lalu aku yang sekarang dipercaya menjabat sebagai wakil ketua forkas (sebuah organisasi alumni) ini bersama sang ketua berkunjung ke sekolah tempat saya menghabiskan masa SMA dulu.
Ironisnya, saya datang kesana yang pertama sudah tentu untuk silaturakhmi, dan yang kedua saya datang dengan maksud jangka panjang menjalin kembali hubungan antara alumnus dengan sekolahan. Sebuah hal yang menurut saya ironis. Pihak sekolah yang seharusnya memelihara baik hubungan dengan para alumnus, malah berusaha melakukan "pemutusan hubungan". Tadinya saya gak begitu percaya tentang isu itu. Tapi setelah menggali lebih dalam, ternyata akar permasalahannya adalah sekolah bertaraf internasional.
Sejak dulu, dengan adanya ikatan alumnus, siswa-siswa yang baru lulus dapat sangat dibantu untuk mencari tempat perguruan tinggi yang sesuai cita-citanya, mulai dari mendaftar sampai cari tempat kos. bukan itu saja, bagi yang gak melanjutkan, dengan adanya ikatan alumnus, maka kesempatan kerja pun menjadi semakin luas karena tak sedikit alumnus yang sukses dalam dunia bisnis. Lalu apa alasannya sekolah ingin memutus hubungan baik ini?
Ternyata bukan itu! Ikatan alumnus, yang terhubung dengan jaring-jaring kegiatan ekstra kurikuler yang notabene nya memberikan siswa ilmu yang tak didapatnya di mata pelajaran sekolah, itulah yang ingin diputus pihak sekolah dengan alasan sekolah menuju bertaraf Internasional. Kegiatan ekstrakurikuler tIDAK PENTING, tak mendukung akademik siswa, ekstrakurikuler tak bisa membuat siswa paham matematika, biologi, dan fisika.
MENGERIKAN! hanya itu yang ada di benak saya jika semua kepala sekolah di Indonesia berpandangan seperti itu. Mau dibawa kemana masa depan generasi bangsa ini jika sistem pendidikannya masih menerapkan sistem PURBA? Bukankah sudah banyak penelitian2 yang membuktikan bahwa siswa tak hanya perlu paham matematika, biologi, fisika, dan kimia, tetapi juga memerlukan pendidikan moralitas, gotong royong dan kebersamaan. Untuk itulah ada yang namanya ekstrakurikuler.
Di satu sisi siswa diberikan materi pelajaran yang berkualitas, dan di sisi lain siswa melalui ekstrakurikuler mendapatkan apa yang namanya moralitas, kebersamaan dan gotong royong, yang tentunya akan mendukung perkembangan emotional nya. Jadi bukan hanya Intelektual nya saja.


Salam Hangat,
ipmawan@ymail.com
Phone: +62852 2757 8882





Read For Full. . .

Purbalingga Blogger


Friends, hari ini aku bahagia loh. bagaimana tidak coba, ternyata walaupun masih sedikit link nya, udah ada group blogger purbalingga. dengan para pendahulu seperti biasa si Apit (http://cahslengob.blogspot.com) dan si pradana (http://pradzt.blogspot.com/). Tapi aku harap dengan munculnya grup ini, semoga komunitas blogger di purbalingga bisa meningkat.

Bayangin ajah, sebuah kota kecil dipinggiran Banyumas-dengan Purwokertonya, sekarang Purbalingga sudah mulai berkembang. mulai dari mendapatkan adipura, kota terbersih, ada juga festival film purbalingga-klo ga salah namanya itu- yang disponsori CLC, pembangunan sarana dan pariwisata yang bagus. Sekarang mana ada orang yang gak kenal Owabong?? Mungkin cuman orang eskimo ajah yang gak tau owabong. hehehe

Semakin membahas Purbalingga aku jadi kangen akan kota kecil itu. sebuah kota yang telah membesarkan aku dan teman-temanku yang sangat hebat-hebat. Aku sangat bersyukur pada Tuhan karena aku dilahirkan di Purbalingga, bukan di Jakarta, New York, atau kota termodis Paris. Aku rasa Purbalingga tak dapat sedikit pun dibandingkan dengan kota-kota itu semua. -Ya iyalah, sapa juga yang mau ngebandingin-.. BAWEL akh..

Tapi saat ini aku jadi ingat Bang Haji Roma Irama -whalah, kagak nyambung banget sih ya- dengan lagu beliau yang berjdul, begadang jangan begadang... begadang boleh saja tapi kalo udah ngantuk, tidur aja kale yah..

oke sob, semua para blogger purbalingga sebelum terlelap tidur aku dedikasikan blog ini untuk kalian semua:

http://pradzt.blogspot.com/

http://cahslengob.blogspot.com

http://earnwords.blogspot.com

http://esklimcukladz.blogspot.com

http://clc-purbalingga.blogspot.com

http://purbalinggafilmfest.blogspot.com

http://savdee.blogspot.com

http://eteknologi.blogspot.com

http://www.yudhadharma.co.cc/

http://www.iipsaja.blogspot.com/

dan lain-lain para blogger Purbalingga. keep writing and keep ur spirit!



Read For Full. . .

Go Green The Planet

Read For Full. . .

Beauty Lie

Kebohongan! Kita amat sering menggunakan itu untuk sampai-sampai kita tidak menyadarinya. Berbohong untuk perlindungan, menggoda, meyakinkan, menghancurkan, untuk kebaikan atau keburukan.. dimana saja dan kapan saja kita sering melakuan itu. Apakah bohong itu buruk? Sulit untuk mengatakan pada seseorang bahwa si dia lebih cantik daripadanya - jika kamu mencintai dia? Tetap saja bagaimanapun jenis kebohongan, itu adalah suatu muslihat dan beberapa darinya adalah murni “evil“.

Ada beberapa signal kebohongan yang kita ketahui antara lain :

  • Menutupi mulut
  • Menggosok-gosong hidung atau bibir atas
  • Wajah merona dan tak terkendali
  • Wajah menunduk
  • Telapak tangan mengarah ke bawah
  • Menjilat bibir
  • Tiba-tiba menyilangkan kaki
  • Tiba-tiba menyilangkan tangan
  • Tiba-tiba menyalakan rokok
  • Menggoyangkan kepala ke kiri dan kanan
  • Memaksa untuk bertatap mata
  • Badan terlihat amat kaku
  • Mengepalkan tangan
  • Gelisah
  • Menyembunyikan tangan
  • Kontraksi pada pupil mata
  • Nada suara yang datar, lambat tapi ringan
  • Berkeringat dan telapak tangan basah
  • Terkikih-kikih dengan sengaja
  • dan lain sebagainya…..

Dari daftar tersebut, jelas bahwa tidak ada kekurangan dari signal-signal tersebut. Untuk mengetahui hal-hal tentang “apakah ia berbohong?”, terlebih dahulu kita harus mempelajari tentang manusia dan mengapa signal-signal tersebut terjadi. Canggung dan kegugupan adalah kuncinya. Ketika orang sedang berbohong, ia menempatkan dirinya pada kondisi stress, adrenaline mengalir deras, detak jantung berdegup cepat, otot mengeras, pupil mata mengecil atau keinginan untuk mendapatkan nikotin dari rokok dan bernafas cepat. Hal-hal inilah yang mendasari penemuan dari mesin “Lie Detector”.

Seorang pembaca bahasa tubuh yang berpengalaman tidak butuh sebuah mesin! Kitapun dapat membaca hal-hal tersebut dengan mudah karena amat jelas terlihat kalau kamu melihatnya di tempat yang tepat karena perubahan fisik yang berubah-ubah. Di negara barat misalnya, sejak kecil anak-anak diajarkan untuk menatap mata saat berbicara, dan jika berbohong tutupi mulut dengan tangan. Sebaliknya dengan adat timur, tidak sopan menatap mata yang lebih tua jika berbicara dan jika berbohong anak-anak terlihat dari ekspresinya yang tiba-tiba menangis sambil bicara. Hal-hal itu akan terbawa sampai kita dewasa sehingga secara tidak sadar kita fisik kita akan “menghianati” kebohongan kita sendiri.

Signal Dasar Kebohongan

Sebelum kalian meneruskan membaca tentang signal dasar kebohongan, aku peringatan sedikit, bahwa signal-signal yang mengindikasikan seseorang berbohong umumnya berkaitan dengan stress. Beberapa temanku misalnya yang bekerja di tempat dengan tingkat stress yang tinggi, lebih nyaman dalam berbohong dan signalnya amat kecil. Signal dasar tersebut antara lain :

Suara

Manusia memiliki komunikasi verbal menggunakan suara dibanding dengan gerak tubuh, sehingga lebih mudah berbohong menggunakan ucapan kata-kata. Signal ini perlu sekali kamu pelajari karena saat ini komunikasi banyak dilakukan melalui telepon / handphone sehingga kamu hanya mengandalkan pendengaranmu saja. Konsentrasilah pada saat ingin menguji apakah lawan bicaramu berbohong.

  • Berdasarkan penelitian suara manusia akan sedikit bergetar apabila berbohong
  • Suara normalnya akan menjadi lebih datar, lebih lambat, terasa ringan dan monoton

Penyebabnya adalah otak manusia berusaha untuk tetap mempertahankan sehingga membuat pembicaraan menjadi kehilangan spontanitasnya dan kecepatannya. Juga karena sang pembicara menjadi lebih hati-hati karena takut jika keceplosan atau salah bicara. Kegugupannya juga berefek pada nafas yang menimbulkan sedikit gagap. Tetapi seorang pembohong ulung mempelajari hal ini dan belajar untuk “percaya diri” terhadap kata-katanya sendiri.

Badan Mengeras - Kaku

Signal ini terlihat jelas, tubuh pembohong akan terlihat mengeras dan menjadi sedikit kaku. Hal itu disebabkan oleh ketegangan pada otot-otot tubuh pada saat seseorang berusaha untuk merubah “animasinya” atau gerak tubuhnya agar dapat mempertahankan kebohongan yang dikatakannya.

Kegelisahan

Pembohong yang belum berpengalaman kadang terlihat gelisah, menghentak-hentakan kaki, memutar ballpen atau benda-benda disekitarnya, memainkan jari-jarinya dan terlihat dari posturnya bahwa ia tidak nyaman.

Amati daftar signal di atas pada saat kamu ingin mengecek kebohongan pada seseorang, penghianatan fisik pada si pembohong akan terlihat apalagi jika ia seorang perokok. Situasi stress memicu otak perokok akan kebutuhan nikotin, terlihat tiba-tiba ia ingin menyalakan rokoknya. Aksi tersebut juga dibutuhkannya untuk menstabilkan ketegangan otak dari kebohongannya.

Para pembohong profesional dapat menipu kita dengan membalik signal-signal tersebut, jalan terakhir yang harus kamu ambil untuk memastikan ia berbohong atau tidak adalah dengan pura-pura percaya, alihkan pembicaraannya sebentar dan ulangi pertanyaan yang mau kamu uji padanya secara mendadak di tengah-tengah pembiacaraan lain, kemudian amati postur tubuh dan suaranya…

Seperti yang juga dikatakan oleh Jim Morrison (The Doors 1943-1971)

“Sex is full of lies. The body tries to tell the truth. But, it’s usually too battered with rules to be heard, and bound with pretenses so it can hardly move. We cripple ourselves with lies.”

Bagaimanapun kau menyimpan rapat kebohongan, pasti ada yang mengetahuinya, Dia (dengan tunjuk tangan ke atas), hehehe

Read For Full. . .

What Ur Resolution on 2009?

Tergantung dari sisi mana kita memandangnya, tahun baru bisa berarti sebuah titik pendorong kita untuk melakukan perubahan. Mungkin karena sebab itu orang-orang juga banyak yang menganut sistem New Year Resolution. What's yours? Mungkin juga karena kita perlu alasan. Kadang memang event-event ini sering dipakai sebagai alasan.


Untuk orang yang biasanya tidak pergi ke misa hari Minggu, hari Natal dijadikan alasan untuk minta libur karena perusahaannya tetap bekerja di hari kudus tersebut. Hari ulang tahun dijadikan alasan untuk tetap berhubungan pada teman yang sudah lama tidak kontak, agar tidak terdengar cuma-telpon-kalo-ada-butuhnya. Oh iya, bahkan Hari Idul Fitri pun tidak jarang menjadi alasan untuk bermaaf-maafan.

Afterall, tahun baru hanyalah sebuah milestone yang akan tetap menjadi sebuah alasan. Alasan bagi umat manusia untuk beli baju baru, sepatu baru, henpon baru, rumah baru, mobil baru, dan yang pasti harus ganti, kalender baru.

New Year Resolution hanyalah sebuah pedoman untuk menjadi motivasi 'mulai hari ini aku akan berubah' dan agak aneh juga kalau resolusi itu diucapkan tanggal 21 Maret ato 28 April karena memang hari-hari itu kurang 'angka cantik'.

Seperti halnya sebuah mitos bahwa menyatakan cinta pada gadis kemungkinan besar diterima bila dinyatakan pada hari ulang tahunnya, maka arti sebuah moment memang menjadi penting ato amat penting bagi manusia yang beradab ini.

Balik ke persoalan semula. Lalu kenapa harus di tahun baru? Yah, karena itu terjadi setahun sekali. Tapi tahukah kau, 21 Maret juga terjadi dalam satu tahun sekali. Tapi memang begitulah budaya kita, moment adalah sesuatu yang penting. Menurut ilmu Psikologi, kenapa kita harus memilih moment yang tepat untuk menyatakan sesuatu "My resolution" misalnya, yah karena kalo moment nya bagus, artinya ada sesuatu yang besar yang tak mungkin dilupakan, sesuatu yang kita nyatakan itu akan disimpan oleh otak serangkaian dengan sesuatu yang tak mungkin dilupakan tersebut. Singkatnya, jadi lebih mudah di ingat, yang selanjutnya bisa lebih mudah dilaksanakan.

So, My Resolution di awal tahun baru 2009 ini:
bersemangat buat ngadepin permasalahan2 di tahun 2009!

What's Yours?

Read For Full. . .

Webblog, Sebuah Pemberitaan Alternatif

Saat ini dunia Bloging bisa dibilang sedang tenar-tenarnya. Banyak orang sukses karenanya. Sebut saja Raditya Dika yang sukses jadi seorang penulis jenaka. Memang bakat sebagai penulis juga menjadi faktor penentu suksesnya dia sampai saat ini telah menerbitkan beberapa buku. Tapi perlu diketahui bahwa webblog miliknya yang berjudul “Kambing Jantan” adalah blog pertama yang dibukukan. Sejak setelah itu, 2003 kesini, dunia blog menjadi bersinar di Indonesia.
Setiap hal sudah seharusnya mempunyai manfaat dan kegunaan baik bagi dirinya maupun bagi lingkungan sekitarnya. Dengan semakin tenarnya dunia blogging muncul sebuah pertanyaan, sebenarnya buat apa sih blogging itu. Apakah hanya sebagai ajang belajar menulis saja, ataukah ada yang lain?
Sebenarnya ketenaran dunia blogging tidak lepas dari proses perubahan kebudayaan klasik manusia ke kebudayaan digital modern. Dengan semakin memasyarakatnya kebudayaan digital, teknologi informasi berkembang sangat pesat. Berita di belahan dunia lain dapat langsung diketahui selang beberapa menit di belahan dunia lainnya. Oleh karena itu media pemberitaan klasik menjadi ketinggalan jaman. Apalagi dengan adanya koorporasi dan kapitalisasi media-media pemberitaan konvensional menjadikan keobjektifan berita yang disajikannya diragukan. Berita-berita yang disajikan cenderung untuk menguntungkan para kaum kapitalis pemilik media-media pemberitaan yang saling berkoorporasi itu.
Disinilah dunia blogging berfungsi. Dengan didukungnya kesuksesan kebudayaan digital, Para Blogger menjadi penyaring berita-berita yang disajikan oleh media-media pemberitaan konvensional. Dengan bertambahnya jumlah para blogger, maka pengkritisan dan penyajian sebuah berita ataupun informasi penting menjadi lebih beragam dari yang pro maupun yang kontra semuanya menjadi seimbang. Dengan begitu fakta dengan sendirinya dapat terungkap secara obyektif.
Walaupun jika kita membaca tulisan dari seorang Blogger kita belum bisa menyimpulkan itu obyektif, tetapi dengan banyaknya Blogger yang menuliskan tentang suatu berita yang sama maka hukum keobyektifan dapat dipenuhi. Pemberitaan itu dapat dikatakan obyektif karena menyajikan isi dari berbagai sisi, begitulah dunia blogging bekerja dalam menyajikan suatu fakta.
Sebenarnya bukan itu saja kegunaan dari blogging. Tentu saja sebuah Webblog mempunyai tujuan berbeda satu dengan yang lainnya tergantung dari keinginan blogger pembuatnya. Seperti Raditya Dika di Kambing Jantan, ia mengisi Webblognya dengan kegiatan sehari-hari atau dapat dikatakan sebagai diary online. Hal ini sebenarnya masih mendukung pemberitaan sesuai fakta. Dengan disajikannya kegiatan sehari-hari itu, pembaca bisa mengetahui profil penulis dan kehidupannya sehingga berita dan informasi yang didapat darisana kita bisa menganalisis itu dilihat dari sisi mana.
Seperti saat saya membaca sebuah webblog seorang teman. Ia adalah seorang pegawai Departemen Keuangan. Beberapa waktu lalu ia menceritakan lewat Webblognya tentang saat ia terpaksa masuk kerja di hari Sabtu. Dari situ saya dapat mengetahui seluk beluk Departemen Keuangan dari kacamata para pegawainya.
Seperti itulah kira-kira dunia blogging menyajikan kebenaran. Saat anda membaca Webblog dari seorang Presiden tentu isinya akan berbeda dengan yang ditulis seorang Ketua Partai Oposisi. Disinilah para Blogger berperan menjadi sebuah media pemberitaan alternatif yang menuntut pembacanya untuk menjadi kritis dan aktif dalam menyikapi suatu informasi.

Read For Full. . .

Comersial Box