Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan

Kebohongan Gereja Paling Awal Atas Pembangunan Keyakinan Kristen

Dua puluh abad yang lalu, masa Kekristenan paling awal hanyalah sebuah titik gelap yang sangat besar, jika menyangkut fakta yang terdokumentasi dan bisa diverifikasi. Bahkan jika Dilihat dari pedomannya, Kitab Perjanjian Baru. Dari empat gospel utama dari para murid Yesus yang dimasukkan ke dalam Kitab Perjanjian Baru yang paling awal adalah Gospel Mark (Markus) – atau yang sering disebut Gospel dari Mark, karena sebenarnya memang tidak diketahui ssiapa penulisnya, dan sudah menjadi kebiasaan pada masa itu memberi hasil karya tertulis sesuai nama orang terkenal – ditulis lebih dari empat puluh tahun Setelah kematian Yesus. Itu adalah empat puluh tahun tanpa CNN, tanpa interview yang direkam. Tanpa mesin pencari Google memunculkan sejumlah laporan saksi mata dari mereka yang benar-benar mengenal Yesus. Jadi bisa dibayangkan sumber yang paling akurat untuk menunjuk Kekristenan paling awal (pada zaman Yesus) hanyalah dongeng yang diceritakan dari mulut ke mulut di belakang api unggun mereka selama empat puluh tahun.

Yang paling merepotkan lagi, apakah empat gospel utama dari murid-murid Yesus itu benar-benar ada untuk dimasukkan ke dalam Kitab Perjanjian Baru. Setelah dua ratus tahun mengikuti Gospel dari Mark, banyak gospel lain ditulis, dengan segala cerita tentang kehidupan Yesus. Berpuluh-puluh gospel yang berbeda bertebaran, seringkali bertentangan satu sama lain.


Pada Desember 1945, di Jabal Al-Tarif di Mesir, dekat dengan kota Nag Hammadi telah ditemukan 13 buku dari kertas papyrus yang tidak salah lagi itu adalah gospel-gospel yang menceritakan Yesus dari sisi lain. Namun sayangnya para petani yang menemukannya tidak menyadari betapa berharganya yang telah mereka temukan itu. Sehingga hanya sisa-sisa lembaran saja yang sampai pada Museum Coptic di Kairo. Dari lembaran yang selamat itu, ada 52 halaman yang menjadi kontroversi besar para cendekiawan Injil, karena tulisan-tulisan ini merujuk pada perkataan dan keyakinan Yesus yang bertentangan dengan semua yang tercantum dalam Kitab Perjanjian Baru.


Diantara teks-teks yang berhasil ditemukan adalah Gospel Thomas, yang menyebutkan diri sebagai gospel rahasia dan dibuka dengan satu kalimat:
“Ini adalah kata-kata rahasia yang diucapkan oleh Yesus sendiri, dan yang oleh kembarannya, Judas Thomas, dituliskan.”


Dan lagi Gospel Philip, yang secara terbuka menggambarkan hubungan Yesus dengan Maria Magdalena sebagai hubungan yang intim. Maria mempunyai teks sendiri (Gospel Maria) yang di dalamnya dia dianggap sebagai seorang murid dan pemimpin sebuah grup kristen. Dan masih banyak lagi gospel.


Sebuah ancaman yang sama ada dalam semua gospel itu, terlepas dari semua tindakan dan kata-kata mereka tentang Yesus yang ada di dalamnya dan sangat berbeda dari isi gospel Kitab Perjanjian Baru, adalah bahwa mereka menganggap keyakinan Kristen yang umum, seperti kelahiran perawan dan kebangkitan kembali, adalah delusi naïf.


Gerakan Kristen, sampai sebelum Kaisar Constantinus berkuasa atas Roma, adalah illegal, sering dibenci, bahkan dianiaya. Dan mereka yang ada pada Kekristenan Awal ini paham bahwa mereka membutuhkan semacam struktur teologis jika ingin tetap hidup dan berkembang.


Di akhir abda ke-2, sebuah struktur kekuasaan mulai terbentuk. Sebuah hierarki uskup 3 tingkat, dan para pembantu uskup muncul dalam beragam komunitas, mengaku bicara untuk mayoritas, meyakini diri mereka sebagai pengawal dari satu-satunya keyakinan yang benar. Tentu saja mereka bukanlah para monster yang haus kekuasaan, mereka sebenarnya sangat berani dengan segala tindakan yang mereka lakukan, dan mungkin mereka takut jika tidak ada satu tatanan yang diterima secara umum, aturan dan ritual yang ketat, seluruh gerakan itu akan menghilang dan mati.





Dengan adanya gerakan yang terstruktur ini, mereka para pendiri gereja berharap bisa mengatasi permasalahn perkembangbiakan gospel yang saling bertentangan yang mengarah pada resiko perpecahan yang fatal.


Hingga pada kepemimpinan Irenaeus, Uskup dari Lyon, sebuah pandangan terpadu akhirnya diterapkan. Hanya diizinkan ada satu gereja dengan satu tatanan keyakinan dan ritual. Semua sudut pandang lain ditolak, dan dianggap bid’ah. Doktrin mereka sangat lugas, tidak ada pertobatan di luar gereja yang benar, anggotanya harus menjadi ortodoks, yang artinya “berpikir lurus”, dan gereja harus Katolik, artinya “universal”.


Irenaeus memutuskan bahwa seharusnya ada 4 gospel sejati, menggunakan argument aneh bahwa ada 4 sudut dunia dan 4 penjuru mata angina, maka seharusnya ada 4 gospel. Dia menulis dalam lima jilid berjudul “The Destruction and Overthrow of Falsely so Called Knowledge” yang di dalamnya dikatakan bahwa hampir semua kitab yang ada adalah menghina Tuhan, dan menentukan 4 gospel yang kita ketahui sekarang ini sebagai catatan pasti dari ucapan Tuhan, tidak ada kesalahan, tidak terbantahkan, dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pengikut agama. Yang mana keempat gospel yang dipilih Irenaeus memiliki narasi. Mereka berbicara tentang kematian Yesus di kayu salib, dan tentang kebangkitannya kembali, mereka menghubungkannya dengan ritual mendasar ekaristi (Misa Kudus), Perjamuan Terakhir.


Diperlukan dua ratus tahun lagi hingga akhirnya ke-27 teks yang diringkas menjadi apa yang kita kenal sebagai Kitab Perjanjian Baru akhirnya disetujui bersama. Pada akhir abad itu, kekristenan telah menjadi agama yang secara resmi disetujui dan kepemilikan teks lain dianggap sebagai bid’ah dan tindakan criminal. Semua salinan gospel lain yang diketahui dibakar dan dimusnahkan semuanya, kecuali yang disembunyikan dalam gua-gua di Nag Hammadi, yang tidak memperlihatkan Yesus sebagai makhluk supernatural dalam bentuk apapun. Mereka menggambarkan Yesus sebagai seorang guru , seorang manusia yang bisa orang lain tandingi, dan itu tidak bisa diterima oleh Irenaeus dan komplotannya.


Bagi Irenaeus, Yesus tidak bisa hanya seorang manusia. Dia harus lebih baik dari itu. Dia haruslah Putra Allah. Dia haruslah unik. Karena keberadaannya juga unik, gereja menjadi unik, satu-satunya jalan pertobatan. Dengan menggambarkan Yesus dalam situasi itu, gereja pada awalnya bisa mengklaim bahwa jika kau tidak bersama mereka, mengikuti aturan-aturan mereka, hidup dengan cara yang mereka inginkan, kau akan dikutuk selamanya.


Pada dasarnya semua yang diyakini orang Kristen hari ini dan telah diyakini sejak abad ke-4, semua ritual yang mereka lihat, ekaristi, dan hari-hari suci, tidak satu pun adalah bagian dari apa yang pernah dipercayai pengikut Yesus yang pertama. Itu semua buatan manusia, semua dimunculkan Setelah sekian tahun lamanya, ritual dan keyakinan supernatural yang, dalam banyak hal, di impor dari agam-agama pagan pada masa itu, dari Kebangkitan Kembali hingga Natal. Tetapi para pendiri gereja melakukan hal yang sangat hebat dan melihat keadaan dunia sekarang ini, bisa kukatakan hasil kreatif super hebat para pendiri gereja itu sudah kelewat masanya.

Read For Full. . .

Tanggal 23


Tanggal 23, sebentar lagi natal akan tiba, entah kenapa saya tertarik untuk membahasnya.



Kisah Natal (Christmas) berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat memunculkan diri kepada para gembala di luar kota Betlehem dan mengabari mereka tentang lahirnya Yesus. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada. Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun 300-an Masehi agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi. Di tahun 1100 Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa Reformasi, suatu gerakan keagamaan di tahun 1500-an . Gerakan ini melahirkan agama Protestan. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun 1600-an, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di Inggris dan banyak koloni Inggris di Amerika. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula. Pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai bisnis.

Pemilihan tanggal 25 Desembersejarah natal (christmas)

Tidak ada satu orang pun tahu persis kapan tanggal lahirnya Yesus! Diperkirakan, Yesus lahir sekitar tahun ke-3 atau ke-4 SM. Tetapi tidak ada yang tahu persis tanggalnya.

What is known is that Christian leaders in 336 C.E. set the date to December 25 in an attempt to eclipse a popular pagan holiday in Rome (Saturnalia) that celebrated Natalis Solis Invincti, or “Birthday of the Invincible Sun God,” on the winter solstice. One mid-fourth century church theologian later wrote “We hold this day holy, not like the pagans because of the birth of the sun, but because of him who made it”

Natal sesungguhnya perayaan publik zaman Romawi kuno. Dulunya, natal adalah sebuah perayaan yang disebut Natalis Solis Invincti, yakni perayaan kembalinya matahari yang sudah sekian lama tidak muncul setelah musim dingin yang begitu panjang. Ketika matahari itu mulai kembali, peristiwa itu yang dirayakan. Namun teologis gereja mengatakan, “Kita menguduskan hari ini, tidak seperti kaum pagan merayakan kelahiran matahari, tetapi karena dia yang menciptakannya.”

PERAYAAN KEAGAMAAN

Bagi kebanyakan orang Kristen, masa Xmas mulai pada hari Minggu yang paling dekat dengan tanggal 30 November. Hari ini adalah hari raya Santo Andreas, salah satu dari keduabelas rasul Kristus. Hari Minggu tersebut disebut hari pertama masa Adven, yaitu masa 4 minggu saat umat Kristiani mempersiapkan perayaan Natal. Kata adven berarti datang, dan mengacu pada kedatangan Yesus pada hari Natal. Untuk merayakan masa Adven, empat buah lilin, masing-masing melambangkan hari Minggu dalam masa Adven, diletakkan dalam suatu lingkaran daun-daunan. Pada hari Minggu pertama, keluarga menyalakan satu lilin dan bersatu dalam doa. Mereka mengulangi kegiatan ini setiap hari Minggu dalam masa Adven, dengan menambahkan satu lilin lagi setiap kalinya. Sebuah lilin merah besar yang melambangkan Yesus, ditambahkan pada lingkaran daun-daunan itu pada Hari Natal. Untuk kebanyakan umat Kristiani, masa Adven memuncak pada Misa tengah malam atau peringatan keagamaan lain pada malam sebelum Natal (Malam Natal), tanggal 24 Desember. Gereja-gereja dihiasi dengan lilin, lampu, dan daun-daunan hijau dan bunga pointsettia. Kebanyakan gereja juga mengadakan perayaan pada hari Natal. Masa Natal berakhir pada hari Epifani, tanggal 6 Januari. Untuk gereja Kristen Barat, Epifani adalah datangnya para majus di hadirat bayi Yesus. Menurut umat Kristen Timur, hari tersebut adalah perayaan pembaptisan Kristus. Epifani jatuh 12 hari setelah hari Natal.

TUKAR MENUKAR KADOsejarah natal (christmas)

Kebiasaan untuk tukar menukar kado pada sanak-saudara dan teman-teman pada hari khusus di musim dingin kemungkinan bermula di Romawi Kuno dan Eropa Utara. Di daerah-daerah tersebut, orang-orang memberikan hadiah pada satu sama lain sebagai bagian dari perayaan akhir tahun. Pada tahun 1100, di banyak negara-negara Eropa, Santo Nikolas menjadi lambang usaha saling memberi. Menurut legenda, Santo Nikolas membawakan hadiah-hadiah untuk anak-anak pada malam sebelum perayaannya, tanggal 6 Desember. Tokoh-tokoh yang bukan keagamaan menggantikan Santo Nikolas di berbagai negara tak lama setelah reformasi, dan tanggal 25 Desember menjadi hari untuk tukar-menukar kado. Kini di Amerika Serikat, Santa Claus membawakan hadiah untuk anak-anak.

MALAM NATAL 24 Desember , Hari libur keagamaan dan sekuler

Karena pada dasarnya malam Natal adalah hari raya keagamaan, hari tersebut tidak dianggap sebagai hari libur resmi. Gereja-gereja mengadakan perayaan pada malam itu. Orang-orang memperhatikan gua Natal (replika dari kandang domba tempat Yesus lahir, dengan patung-patung Yesus, Maria, Yosef, gembala-gembala dan hewan-hewan) sambil menyanyikan lagu-lagu Natal. Orang-orang dewasa minum eggnog, semacam susu telur madu, yaitu campuran krim, susu, gula, telur kocok dan brandy (semacam minuman beralkohol) atau rum. Menurut kisahnya, pada malam Natal, Santa Claus menaiki kereta salju penuh hadiah, ditarik oleh delapan ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak di seluruh dunia. Untuk mempersiapkan kunjungan Santa, anak-anak Amerika mendengarkan orangtuanya membacakan The Night Before Christmas (Malam Sebelum Natal) sebelum tidur pada Malam Natal. Puisi tersebut dikarang oleh Clement Moore di tahun 1832.sejarah natal (christmas)_1

Dulu, anak-anak menggantungkan stoking atau kaus kaki besar di atas perapian. Santa turun dari cerobong asap dan meninggalkan permen dan hadiah-hadiah dalam kaus kaki itu untuk anak-anak. Kini, tradisi itu tetap diteruskan, namun kaus kakinya digantikan oleh tas kain merah berbentuk kaus kaki. Xmas juga secara tradisi merupakan saat untuk berhenti bertengkar. Hari Raya Natal (Pesta Natal) 25 Desember Hari ini merupakan hari libur keagamaan maupun sekuler. Umat Kristiani merayakan peringatan kelahiran Yesus dari Nazareth.

Read For Full. . .

Konspirasi Iblis - Manusia - Tuhan

Hampa karena cinta dan kecewa pada masa depan membuat A Kiong sempat menjalani hidup sebagai seorang agnostik, yaitu orang yang percaya kepada Tuhan tapi tidak pernah memeluk agama apa pun, oleh karena itu ia tidak pernah beribadah. Ia mendaki puncak bukit keangkuhan di dalam hatinya untuk berteriak lantang menentang segala bentuk penyembahan. Ia berkelana mengamati agama demi agama, terombang ambing dalam kebingungan tentang keyakinan dan konsep keadilan Tuhan. Hari demi hari ia semakin tersesat. ia kafir bagi agama mana pun.
-Laskar Pelangi-


Agama kadang memang membuat seseorang yang selalu merenung merasa kebingungan. Apalagi ia merasakan sebuah kegagalan, sebuah rasa terpinggirkan, tak diperhatikan oleh Tuhan. saat kehidupannya kacau, masa depannya tak menentu, atau bahkan tak ada masa depan sama sekali.
Saat karirnya hancur, cintanya bertepuk sebelah tangan, amanahnya di khianati, merenung merupakan suatu hal yang haram baginya. Pikiran-pikiran setan akan memenuhi isi kepalanya. Ia akan membuyarkan sendiri konsep keadilan Tuhan yang telah terpateri di dalam otak bawah sadarnya. Ia akan kebingungan kenapa Tuhan harus menurunkan banyak agama yang saling bertentangan satu sama lain, kenapa Tuhan membenci orang yang mencuri dan membunuh, atau bahkan kenapa Tuhan menciptakan rasa benci itu sendiri.
Dalam perenungannya pun bermunculan pertanyaan-pertanyaan dan hipotesis-hipotesis yang diharamkan oleh agama mana pun, tetapi itu ada. Seperti Apakah Tuhan Maha Kuasa? Kenapa Tuhan menghukum manusia yang mencuri? Apakah Iblis benar-benar memusuhi Tuhan? Ataukah itu hanya sebuah drama belaka?
Apakah benar Iblis diciptakan sebelum manusia ada? Kalau begitu jelas Iblis lebih mengetahui Tuhan daripada manusia. Lalu kenapa Iblis berani menentang Tuhan? Apakah Tuhan tidak Maha Kuasa sehingga ada kemungkinan Iblis memenangkan pengkhianatan ini? Atau ini hanya sebuah rekayasa antara Iblis dan Tuhan?
Bukankah Iblis tak seperti manusia yang selalu berbuat syirik. Iblis tak pernah menyembah pohon-pohon besar, bintang, bulan, dan matahari. Iblis juga tak pernah mau tunduk pada manusia, karena semua makhluk diperintahkan hanya takut kepada Tuhan?
Jika ia sedang dalam keadaan normal dan seimbang, sebuah perenungan akan menjadi sebuah penerangan diantara kabut tebal. Semuanya hanya terlihat putih, kanan kiri atas bawah semuanya putih.
Inilah konsep keadilan Tuhan bagi orang-orang yang suka merenung. Semua ciptaan Tuhan hanya boleh tunduk pada-Nya. Manusia yang menyembah pohon, manusia yang menyembah bulan, bintang dan matahari, atau setan-setan, iblis dan jin yang tunduk pada manusia semuanya dari mereka akan dimasukan Tuhan dalam neraka. Iblis tidak berdosa karena tidak mau tunduk pada manusia, dan manusia tidak berdosa karena nenek moyangnya memakan buah terlarang di Surga. Semuanya hanyalah konsep Tuhan untuk ciptaannya.

Read For Full. . .

Yesus Belum Pernah Mati?

Sebenarnya pertanyaan : "benarkah Yesus mati di tiang salib??" telah menjadi pertanyaan yang selalu menyelinap kedalam akal para kristanis diseluruh dunia.

image

Cerita mengenai penyaliban, hanya ada di kitab yang diklaim sebagai kitab suci oleh umat Kristen. Bukkti-bukti sejarah tidak menunjukkan adanya kematian itu.

Mari kita review apa kata injil :

Lihat Yohannes 20: 11 - 17
(11) Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, (12) dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. (13) Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil
orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." (14) Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. (15) Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." (16) Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. (17) Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergil
ah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.".


Sampai disini, cerita dari injil jelas menyatakan bahwa Yesus belum mati.

Mari kita telusuri cerita ini selanjutnya :
Yohanes 20 : 19:20
(19) Ketika hari sudah malam pada hari pertama min
ggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" (20) Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.


Yesus menunjukkan tangan dan lambungnya. Kenapa tangan dan lambung ?. Karena tangan itulah yg dipakukan ke tiang salib dan lambungnya yang ditusuk dengan tombak oleh tentara Romawi. (Ini pun, dengan asumsi, cerita penyaliban itu, benar adanya).

Sampai disini......, Yesus juga belum mati........!!!.

Read For Full. . .

Ribut Akhmadiyah

Kontroversi Akhmadiyah kembali muncul ke publik dan kali ini lebih panas dengan adanya aksi FPI di Monas beberapa waktu lalu. Beberapa kali saya browsing ke beberapa webblog, dan beberapa dari mereka mengutuk keras aksi FPI. “Bubarkan FPI!”, kata mereka. Pemerintah pun kebingungan. Yah, Pemerintahan yang super demokratis ini, yang konon katanya selalu mendengarkan apa kata rakyat, memang harus memuaskan seluruh rakyatnya yang selalu pro dan kontra ini. Sehingga terbitlah SKB tiga menteri sebagai upaya Pemerintah meredam masalah ini. Akhmadiyah tidak dibubarkan dan pelaku kekerasan di Monas beberapa waktu lalu harus ditindas. Pemerintah mengatakan bahwa secara aturan dan perundang-undangan, Pemerintah tidak bisa membubarkan sebuah ormas baik itu Akhmadiyah maupun FPI. Untuk hal ini saya merujuk pada anggara.org , silakan anda lihat sendiri.
Lalu apa sebenarnya sih akar permasalahan ini? Akar masalahnya adalah perbedaan keyakinan yang tidak segera dituntaskan oleh Pemerintah. Yah, ini memang sudah seperti biasanya, Pemerintah selalu bertindak secara lambat ataukah ini memang disengaja sebagai upaya memanas-manasi Umat Islam yang notabenenya sedang dituduh sebagai Teroris Internasional oleh Amerika dan kawan-kawannya?
Terlepas dari aksi kekerasan FPI di Monas, Umat Islam menurut saya harus secara tegas dan keras untuk membubarkan Akhmadiyah. Keras disini jangan melulu diartikan sebagai aksi kekerasan fisik, tapi keras disini adalah keras dalam artian kita harus tidak boleh berkompromi dalam urusan Akhmadiyah ini. Akhmadiyah itu sesat. Mereka mengaku ada nabi setelah nabi Muhammad dan menganggap umat Islam selain Akhmadiyah adalah haram. Mereka jelas bukan Umat Islam! Terlepas dengan permasalahan Hak Kewarganegaraan yang melindungi keyakinan tiap warga negara, membubarkan Akhmadiyah adalah kewajiban Umat Islam dalam memberantas nabi palsu. Baik atau buruk kita diwajibkan melaksanakannya, berdosa jika seorang muslim bersikap acuh terhadap Akhmadiyah.
Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya Akhmadiyah mendirikan agama baru dan berusaha agar agama itu “dilegalkan” oleh pemerintah. Jika anda seorang Muslim, permasalahan bukan dalam artian Akhmadiyah mengaku Islam padahal Islam bukan seperti mereka. Hal ini lebih dari itu. Seperti anda di wajibkan sholat oleh Tuhan, menghentikan dakwah sesat Akhmadiyah juga diwajibkan oleh Tuhan. Berat! Memang berat, tapi itulah jalan kebenaran Tuhan. Surga atau Neraka adalah pilihan kita masing-masing. Jadi, marilah kita berjuang!

Read For Full. . .

Tuhan Relatif!!!

Pernahkah kau membayangkan berada di tengah gurun sendirian tanpa air, tanpa peralatan. Atau kau berada di salah satu puncak pegunungan tiada akhir. Kekurangan makanan dan tak ada teman untuk berbicara. Tertegun melihat semua itu –antara keagungan dan kengeriannya-. Apakah yang akan kau lakukan? Sementara kau tak bisa melakukan apa-apa. Semuanya terlihat begitu agung! Sedangkan kau? Kau hanya seorang yang kecil. Yang tak bisa apa-apa. Mungkin kau tidak terlalu memikirkan itu. Tapi bagaimana kalau kau benar-benar ada di sana? Dengan tubuh yang terus melemas, mata berkunang-kunang, dan rasa takut menyelimuti dirimu. Kau seorang diri. Ya! Pasti, kau akan berteriak, Tuhan. Setidaknya kau mempunyai rasa optimis dengan Tuhanmu itu di tengah lautan pesimistis. Kepercayaan terhadap Tuhan bukanlah seperti candu opium yang mematikan seperti yang digembor-gemborkan marxisme. Tapi lebih merupakan motivator positif (walaupun keberadaan-Nya masih sebuah misteri). Misa di Gereja, upacara-upacara Ekaristi, maupun sholat jamaah di Masjid bukanlah sesuatu yang sia-sia. Itu akan memmbangun sebuah motivasi positif. Memberikan kenyamanan dalam hidup. Setiap orang yang berdoa pada Tuhannya setidaknya memiliki rasa optimis yang lebih besar dari pada yang tidak. Kepercayaan akan keabadian dirimu (baik dalam bentuk hidup di dunia maupun kehidupan di Surga) akan membuatmu selalu mencari kemakmuran yang abadi pula (Surga). Yaitu dengan mematuhi Tuhan. Untunglah Tuhan menyuruh kita berbuat baik, sehingga dunia ini menjadi sedikit lebih nyaman untuk ditinggali. Aku selalu percaya Tuhan ada. Bukan hanya di pikiranku. Tetapi lebih sebagai sesuatu bentuk yang nyata (Aku tidak peduli itu gaib atau kasat mata. Bagiku sama saja). Sebenarnya aku lebih takut kalau Dia memang benar-benar ada. Dan aku tak akan pernah lenyap untuk selamanya. Itu berarti aku akan diatur-Nya untuk selamanya. Dan aku takut karena telah mengatakan ini padamu.

Read For Full. . .

Comersial Box